Secara resmi pihak Inggris dan Amerika Serikat pada Hari Senin telah meningkatkan tekanan pada Rusia, terkait dugaan terjadinya kekejaman selama invasi ke Ukraina, dan meminta Moskow dikeluarkan dari Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB.

Berbicara yang terjadi di Rumania, utusan Washington untuk PBB Linda Thomas-Greenfield telah mengatakan, AS tentu akan meminta penangguhan Rusia dari kursinya di Dewan Hak Asasi Manusia PBB di tengah meningkatnya tanda-tanda kejahatan perang yang terjadi di Ukraina.

“Jelas partisipasi Rusia di Dewan Hak Asasi Manusia merupakan lelucon,” kata Thomas-Greenfield di Bucharest, dikutip dari¬†The National News¬†5 April.

“Tentu jelas itu salah, itulah mengapa kami percaya memang inilah saatnya Majelis Umum PBB memilih untuk segera menghapusnya,” lanjut Duta Besar AS untuk PBB ini.

Sementara itu, menurut Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss dengan cepat mendukung adanya langkah tersebut, dengan tentu mengatakan Rusia tidak dapat tetap menjadi anggota Dewan HAM PBB, setelah adanya penemuan kuburan massal dan juga pembantaian keji di Bucha, pinggiran Kyiv.

Rusia kini telah menghadapi kemarahan global terkait terjadinya dugaan pembunuhan warga sipil di utara Ukraina, tepatnya di mana kuburan massal dan mayat terikat dan terlihat ditembak dari jarak dekat telah ditemukan di Bucha, yang kemudian direbut kembali dari pasukan Rusia selama akhir pekan.

Presiden AS Joe Biden juga menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai penjahat perang dan jelas menyerukan diadakannya pengadilan kejahatan perang.

“Saat ini anda mungkin ingat saya dikritik karena menyebut Putin sebagai penjahat perang. Namun sebenarnya, kami melihat itu terjadi di Bucha, ini menjamin dia, memang dia adalah penjahat perang,” tukas Presiden Biden.

AS saat ini sedang mencari suara tentang penangguhan Rusia di Majelis Umum PBB yang telah beranggotakan 193 negara minggu ini. Sebab, dua pertiga mayoritas harus diperlukan guna untuk menangguhkan suatu negara karena terus-menerus untuk melakukan pelanggaran berat dan juga sistematis hak asasi manusia.

Seperti diketahui, Moskow telah banyak mengalami beberapa penolakan di PBB sejak menginvasi tetangganya Ukraina pada 24 Februari. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga menggambarkannya sebagai “kejadian yang tidak dapat diterima secara moral” dan telah menyerukan penyelidikan independen atas kematian di Bucha.

Dewan Hak Asasi Manusia PBB juga telah mengutuk pelanggaran hak yang dilaporkan oleh pasukan Rusia guna meluncurkan penyelidikan untuk meminta pertanggungjawaban pelaku. Berdasar pengadilan Internasional PBB di Den Haag telah memerintahkan Rusia untuk segera menghentikan invasi, dengan mengatakan itu tidak memiliki bukti atas apapun.

Namun, Majelis Umum PBB telah dua kali memilih untuk mengecam Rusia atas agresinya di Ukraina.

Sudah sekitar 140 suara anti-Moskow pada dua jajak pendapat tersebut melebihi ambang batas dua pertiga, namun masih belum jelas apakah anggota PBB akan mendukung pengusiran Rusia dari Dewan HAM.

Mengikuti arus berita global memanglah menyenangkan, namun ada hal yang tak kalah menyenangkan yaitu dengan bermain game slot. Permainan game slot biasa dimainkan untuk mencari kesenangan, apabila menang berarti hanya bonus.

By editor

Leave a Reply

Your email address will not be published.