Tuduhan mengenai Kyiv yang disebut tengah mempersiapkan ‘provokasipembunuhan massal warga sipil, dengan dibantunya dukungan Barat, dan bertujuan untuk menyalahkan tentara Rusia, termasuk juga ‘skenario’ penembakan ambulans.

Menurut Kepala Pusat Manajemen Pertahanan Nasional Rusia Kolonel Jenderal Mikahil Mizintsev telah mengatakan, Kyiv dengan dukungan Barat, saat ini sedang merencanakan provokasi pembantaian warga sipil di Republik Rakyat Lugansk (LPR) guna untuk menyalahkan tentara Rusia.

“Para pejabat Kiev, dengan dukungan dari beberapa negara Barat,pastinya akan terus merencanakan tindakan biadab dan juga kejam dengan pembunuhan massal warga sipil di Republik Rakyat Lugansk, guna untuk kemudian menuduh angkatan bersenjata Rusia dan pasukan LPR,” ucapnya seperti melansir¬†TASS¬†11 April.

Berdasarkan Mizintsev, adanya sebuah provokasi direncanakan di komunitas Ragovka di wilayah Kiev. Dan tentu pihak Ukraina, dalam kata-katanya, sedang merencanakan guna untuk merekam video palsu tentang pencarian tempat-tempat pemakaman massal warga sipil yang telah diduga dibunuh oleh pasukan Rusia.

“Saat ini tim ahli forensik Ukraina dan juga petugas polisi akan terlibat dalam provokasi agar terlihat lebih dapat dipercaya,” ucapnya.

“Para wartawan dari media massa asing telah tiba di Kota Kremennaya di distrik Severodonetsk dan juga telah ditampung di gedung rumah sakit setempat. Tentunya mereka seharusnya merekam provokasi tentara Ukraina dengan dugaan penembakan mobil ambulans yang telah membawa pasien oleh pasukan Rusia,” ucapnya.

Dia juga ikut menambahkan, rasa nasionalis Ukraina telah menambang reservoir dengan klorin di sebuah utilitas air di bagian Distrik Popyasnaya, sementara berencana untuk tetap meledakkannya ketika pasukan Republik Rakyat Lugansk (LPR) telah mendekati kota.

Mengisi waktu kosong dengan membaca berita sangat menyenangkan, namun ada juga cara lain yang tak kalah menyenangkan yaitu dengan bermain game slot. Permainan ini biasa dimainkan hanya untuk mencari kesenangan.

By editor

Leave a Reply

Your email address will not be published.